Kamu terlelap tidur saat aku masih duduk menikmati acara di TV. Musik rock kesukaanku tampil. Ingin mengencangkan volume TV, tetapi tak ingin kuganggu mimpi indahmu.
Matamu yang lentik itu terpejam. Wajahmu masih saja cantik meski mulai tampak keriput di beberapa sisi. Sengaja kau tutupi itu dengan riasan. Katamu biar aku tetap cinta dan PD punya istri kamu.
Lantunan musik rock di TV telah usai. Kopi yang kamu sediakan untukku sebelum tidur tadi telah tandas di dasar gelas.
Pikiranku mulai liar ke masa silam. Saat kita pertama kali bertemu lalu menyatakan cinta. Jujur saja, sinar matamu kadang membuat lidahku kaku. Terpekur dalam mulut, malu tuk ungkapkan rasa.
Kala itu rambut ikalmu kau biarkan tergerai disapu angin. Kombinasi senyum manis dan tahi lalat di pipi, manis.
Kisah cinta kita memang tak seindah lagenda yang sering kita dengar. Tak seperti Romeo dan Juliet, saling cinta tapi terhalang kasta. Mungkin untuk itu aku perlu bersyukur pada Maha Kuasa. Perbedaan kita bukan agama, suku, ras, atau kasta. Tetapi hanya tentang selera musik, binatang peliharaan, dan makanan.
Kamu suka keju dan aku penyuka pisang goreng. Sedangkan musik, kamu lebih memilih musik menghentak R&B dan Hip Hop. Berbeda dengan diriku yang lebih suka musik metal.
Soal binatang peliharaan? Ini cerita berbeda. Salah satu alasan kenapa kita sering bertengkar saat pertama tinggal serumah. Kucing-kucingmu selalu mengintai anak-anak ayamku di dalam kandang. Sebaliknya kamu mengomel saat aku lupa membersihkan kandang-kandangku karena menimbulkan bau tak sedap.
Ah, sudah pukul sepuluh malam. Mataku berat. Kurebahkan tubuh di sampingmu lalu memejamkan mata. Berharap kita akan bertemu di mimpi nanti. Karena aku tak mau jauh drimu, bahkan dalam mimpi sekalipun.
1 comment:
Mantap gan isinya bisa menyentuh, ditunggu tulisan lainnya
Post a Comment