"Yang, kamu kenapa?" Aku terperangah ketika membuka pintu dan melihatmu menangis.
Cepat-cepat kamu usap air mata yang membasahi pipi. Kemudian tersenyum padaku. Sebuah senyuman manis yang masih menyimpan misteri kesedihanmu.
"Gak apa-apa. Cuman lagi pengen nangis aja."
Kita berpelukan. Entah apa yang merecoki pikiranmu, tetapi air matamu telah merembes ke hatiku. Dingin itu kurasakan juga.
"Gak usah dipikirin. Gak ada apa-apa kok, Yang." Kamu mengecup keningku lalu pergi.
Tinggal aku di sini sendiri dengan segudang pertanyaan di kepala. Di balik selimut kulihat sebuah novel yang baru kamu baca.
Pembatas buku kesayanganmu sudah berada di halaman terakhir. Pelan kubaca halaman terakhir. Berusaha mencari-cari adakah sekelumit duri di sana.
Kisah cinta dua tokoh utama dalam novel itu berakhir tragis. Entah karena apa, karena aku hanya membaca bagian paling akhir.
Wajar saja kamu menangis, kamu seorang pecinta cerita yang berakhir bahagia. Sebagai manusia kita memang terlalu rapuh tuk menerima semua peluang yang bisa saja hadir.
#YangMahaSalah
--------> adakah yang abis baca novel (yang endingnya tragis/sedih) suka nangis seperti istri Pak Yang dalam cerita ini?
No comments:
Post a Comment