Wednesday, August 29, 2018

Review: Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas - Eka Kurniawan

Doc. Pribadi


Novel (dewasa)nya om Eka Kurniawan
Buku ini cerita tentang petualangan bocah nakal Ajo Kawir dan si Tokek. Masalah hadir setelah 'burung' Ajo Kawir tak bangun-bangun.


Ada banyak cara dia coba untuk bangunkan burungnya. Digosok cabe rawit, disengat lebah, baca buku stensilan sampai nyaris potong tp dicegah sama si Tokek.

Burung si Ajo Kawir tidak pernah bangun sampai dia dewasa. Bahkan setelah menikah dengan Iteung. Burungnya tetap tidur nyenyak ((selajutnya baca saja sendiri ðŸ˜Š)).

Dari bagian pertama sampai terakhir, hampir semua kata kotor bisa kita temui dengan mudah. Kontol, kuntul, memek, pepek, perek, lonte, binal, sodom, dan masih banyaaaaak lagi.

Kata-katanya memang vulgar tapi kalo dipikir kembali. Di dunia yg brutal dan jahanam seperti itu. Perbincangan mereka sehari-hari bisa saja begitu. Itulah "sopan-santunnya" mereka.

Ya jelas om Eka ini jago sekali bercerita. Setiap adegan yang dia bikin, buat seolah-olah saya ikut hadir di sana. Saya bisa bayangkan bagaimana pohon, gubuk, kamar, rumah dsb yang dia ceritakan.
Jadi penasaran pen baca tulisan-tulisannya om Eka Kurniwan yang lain.

"Hidup dalam kesunyian. Tanpa kekerasan, tanpa kebencian. Aku berhenti berkelahi untuk apa pun, aku mendengarkan apa yang diajarkan si burung." (hal. 123)

No comments: